Media Coverage from Liputan6.com – 10 July, 2020




Liputan6.com, Jakarta- Dalam acara virtual Roundtable Discussion yang digelar oleh FPCI Kamis 9 Juli 2020, Dr. Noor Huda Ismail, Founder of the Institute for International Peace Building in Indonesia, menyampaikan pendapatnya tentang bagaimana pemerintah seharusnya mengaplikasikan pendekatan untuk tetap melakukan penjagaan aman dalam melawan terorisme di tengah situasi pandemi Virus Corona COVID-19.

Dr. Noor mengatakan, “Ketika kita berbicara tentang terorisme, ada masalah lain yang perlu kita perhatikan sekarang karena dengan bagaimana kelompok tersebut (teroris) dapat membajak narasi ini untuk tujuan mereka sendiri”.

Dr. Noor menyebutkan isu tentang kehadiran informasi yang salah dan pentingnya literasi digital selama pandemi Corona COVID-19, yang menurutnya harus menjadi perhatian “saya pikir ini hal yang pemerintah harus lebih ditekankan selama pandemi ini,” jelasnya. 

“Tampaknya COVID-19 juga mempengaruhi cara kita hidup, termasuk bagaimana kita memercayai pemerintah kita, cara kita mempercayai informasi kita, cara kita menggunakan informasi tersebut, seperti melalui media sosial,” ujar Dr. Noor, dalam acara virtual yang berjudul “Keeping up the fight Against Terrorism During the COVID-19 Crisis” itu.

Kendati demikian, Dr. Noor melanjutkan bahwa penyebaran informasi yang benar-benar salah arah pun bisa terlihat dan itulah yang diharapkan kelompok teroris sejauh ini, dengan menyurutkan pemerintah.

Kerja Sama Antar Dua Negara Dalam Menanggapi Terorisme di Tengah Pandemi

Seorang jurnalis Indonesia, Andini Effendi, yang juga merupakan dan Mantan Penyiar Berita di Metro TV News, menceritakan saat ia bertemu PM Australia Scott Morrison sekitar beberapa bulan lalu, yang mengatakan adanya kebutuhan seperti hubungan yang kuat antara Australia dan Indonesia terutama dalam hal kontraterorisme.

Saat ditanya apakah kedua negara masih bisa melakukan kerja sama melawan terorisme dengan pandemi Virus Corona yang masih terjadi hingga saat ini, Leanne Close, Ketua dari Counter-Terrorism Program Australian Strategic Policy Institute (ASPI) menjawab bahwa adanya hubungan yang hebat antara Australia dan Indonesia. 

Indonesia juga memimpin banyak inisiatif, menurut Leanne, yang salah satunya adalah Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation di Semarang. 

“Itu sudah menjadi fitur utama kerja sama antara kedua negara dan juga wilayah Asia-Pasifik yang lebih luas,” jelas Leanne Close.

“COVID-19 jelas memiliki dampak dalam kaitannya dengan perjalanan dan kemampuan untuk membangun kemitraan dan melanjutkan upaya tersebut, tetapi dalam badan intelijen kami yang terdiri dari lembaga penegak hukum, akademisi sektor komunitas, hubungan untuk itu kuat dan saya pikir itu akan terus berlanjut,” ungkap Leanne.

Leanne juga mengatakan, bahwa dengan adanya dialog yang terus dilakukan antara beberapa lembaga-lembaga tersebut, kerja sama akan terus berjalan kuat. 

“Kami telah memiliki kerja sama yang luar biasa dalam hubungan bilateral khususnya dengan Indonesia meskipun hubungan multirateral agak merenggang karena COVID-19,” kata Leanne, seraya menambahkan, “Tapi saya pikir itu akan terus diperbaiki untuk menambah kekuatan dalam melawan terorisme karena Anda tahu bahwa kekerasan di komunitas kami tidak dapat diterima”.

Menurut Leanne, dengan semangat bersama untuk melawan terorisme dengan saling belajar satu sama lain antara kedua negara, dan memahami bagaimana mereka dapat menangani masalah dengan cara yang beragam.

Selain itu, ia pun melanjutkan bahwa hal itu akan berujung positif ke depannya.

Untuk tetap bisa terus melanjutkan kerja sama, Leanne menyerukan bahwa ” kita hanya harus melewati COVID-19 untuk melakukan banyak hal dengan cara yang berbeda, seperti forum seperti yang sedang kita lakukan saat ini”.


See the article here

Recommended Posts